Upacara Kebo Ketan

kebo

Upacara Kebo Ketan, adalah acara budaya tahunan yang dikerjakan masyarakat Sekarputih, Ngawi, berupa arak-arakan dan “pengorbanan” seekor kerbau dari ketan yang ditingkahi berbagai kesenian setempat yang telah didampingi berlatih sehingga otentik dan unik. Upacara ini berfungsi untuk menguatkan kohesi sosial masyarakat desa, menguatkan kesenian lokal, menjaga serta meningkatkan kwalitas tanah dan air, menuju masyarakat maju dan kreatif, berbudaya maritim yang terbuka, tanpa melupakan dasar agraris yang kuat.

Menggarap lautan tidak berarti lupa daratan. Ia diadakan sebagai simbol penyadaran dan kesadaran bahwa untuk memuliakan tanah dan air serta menguatkan masyarakat, kita semua harus sedia berkorban. Karena itulah upacaranya adalah “mengorbankan kebo ketan” di mana dalam prosesinya diberikan pengalaman bernilai etika dan estetika; tidak ada sampah dan mutu seni yang tampil, tinggi. Desain kebo ketan dibuat oleh pelukis senior, Djoko Pekik.

Upacara Kebo Ketan diadakan sebagai rangkaian peringatan Maulud dan tahun ini jatuh tanggal 17 dan 18 Desember 2016.

Bagi Kraton Ngiyom, upacara ini juga sekaligus peluncuran dan sosialisasi gagasan Seni Kejadian yang lebih besar yaitu “Wuluayu Bengawan Solo”, sebuah Seni Kejadian berdampak yang pada prinsipnya memperluas apa yang sudah dilakukan di Sendang Margo agar bisa diaplikasikan pada sepanjang aliran sungai Bengawan Solo dan daerah yang mendampakinya.

Leave a Reply